• Admin

Resensi: Sajak-Sajak Modern Prancis dalam Dua Bahasa (Wing Kardjo)

Oleh Mario F. Lawi


Sajak-Sajak Modern Prancis dalam Dua Bahasa, Wing Kardjo, Pustaka Jaya, cetakan kedua, 1975


Sajak-Sajak Modern Prancis dalam Dua Bahasa yang sebagian besar terjemahannya dikerjakan Wing Kardjo (dan beberapa puisi dikerjakan oleh Iwan Simatupang, Sitor Situmorang, Taslim Ali, Winarsih Arifin dan Ramadhan K.H. serta Dodong Djiwapradja), merupakan peta awal bagi para peminat puisi yang ingin tahu nama-nama penting dalam puisi modern Prancis. Di bagian Pengantar, Wing Kardjo menulis pertimbangannya dalam menerjemahkan puisi, uraian singkat tentang puisi modern Prancis dan para penyair yang karyanya diterjemahkan dalam buku tersebut, serta keterbatasan buku dan terjemahan. Terbit dalam dua bahasa adalah keistimewaan buku ini, hal yang tak terlalu sering kita temukan dalam buku-buku terjemahan puisi yang terbit setelahnya. Membaca buku ini 40 tahun kemudian membuat saya berpikir bahwa nama-nama yang ada dalam buku ini, dari Baudelaire, Rimbaud sampai Michaux adalah nama-nama yang masih diterjemahkan sampai sekarang. Hal itu bisa berarti dua hal: nama-nama tersebut adalah nama-nama yang kita anggap penting, atau justru khazanah kita memang belum beranjak ke mana pun, dan dalam hal ini kita justru berjalan mundur jika dibandingkan dengan usaha yang dilakukan Wing Kardjo dan kawan-kawan 40-an tahun lalu.



Lagu Menara Tertinggi

Datanglah, ya datang

Saat bercinta

Aku sudah begitu sabar

Hingga semua kulupa.

Derita dan gentar

Ke langit musna.

Dan haus maksiat

Membuat darahku pucat.

Datanglah, ya datang,

Saat bercinta.

Bagai padang

Terbengkalai lupa,

Belukar dan kemenyan

Tumbuh dan berbunga

Dalam dengung liar

Lalar-lalar kotor

Datanglah, ya datang

Saat bercinta.

(hlm. 49)


#sedangbacaapa

9 views
Subscribe to Our Newsletter

© 2020 17000 Pulau Imaji

Jl. Pulo Nangka Tengah No. 29,
Pulo Gadung Jakarta Timur 13260, Indonesia

+62 42886726

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram