• Admin

Resensi: Lysis (Tentang Persahabatan) (Platon, penerjemah: A. Setyo Wibowo)

Oleh Mario F. Lawi


Lysis (Tentang Persahabatan), Platon, penerjemah & penafsir: A. Setyo Wibowo, Kanisius, cetakan pertama 2015 (pertama kali diterbitkan oleh penerbit iPublishing, 2009)


Ini terjemahan akademik karya Platon pertama yang saya baca. Terjemahan ini, menurut saya, adalah standar bagi terjemahan buku-buku filsafat berbahasa Indonesia. Sebuah standar yang tinggi. A. Setyo Wibowo menerjemahkan karya ini dengan menggunakan sumber utama bahasa Prancis yang dikerjakan oleh Louis-André Dorion, serta menggunakan juga edisi Yunani-Inggris karya Platon terjemahan W.R.M. Lamb yang diterbitkan Loeb Classical Library sebagai pembanding. Lysis cocok bagi para pembaca Indonesia yang tertarik mengenal Platon, atau mengetahui gagasan-gagasannya. Biografi Platon, karya-karyanya, serta penjelasan-penjelasan lain tentang teks Lysis dalam bentuk esai dan anotasi yang disertakan dalam terbitan ini sangat membantu pembaca yang baru pertama kali membaca karya Platon. Mengutip esai Franz Magnis-Suseno di bagian terakhir buku, “Terjemahan ini betul-betul dapat dipertanggungjawabkan.”



“Pujian-pujian seperti itu sebenarnya tertuju pertama-tama pada dirimu sendiri,” jawabku. “Karena jika kamu nanti berhasil membuat idamanmu terpesona, dan ternyata ia sama dengan apa yang ka gambarkan, maka puisi dan nyanyian itu akan menunjukkan kehebatanmu dan benar-benar sebuah penghormatan atas keberhasilanmu memenangkan pemuda dari kelas atas; sementara kalau pemuda belia itu lolos dari jeratmu, semakin tinggi istilah-istilah pujian baginya, semakin besar kamu kehilangan pesona dan kemampuanmu, dan kau akan tampak menggelikan. Itu sebabnya, orang yang ahli dalam percintaan, sahabatku, tidak akan memuji sang pujaan sebelum ia berhasil mendapatkannya, karena ia berhati-hati dengan apa-apa yang belum bisa dipastikan. Apalagi, bila mendengarkan pujian dan nyanyian seperti itu para pemuda tampan tersebut akan menjadi sombong dan menilai dirinya terlalu tinggi; begitukah menurutmu?” (hlm. 44)


#sedangbacaapa

2 views
Subscribe to Our Newsletter

© 2020 17000 Pulau Imaji

Jl. Pulo Nangka Tengah No. 29,
Pulo Gadung Jakarta Timur 13260, Indonesia

+62 42886726

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram