• Admin

Resensi: Dataran Tortilla (John Steinbeck, penerjemah: Djokolelono)

Oleh Mario F. Lawi


Ini karya pertama Steinbeck pertama yang saya baca, juga karya pertama terjemahan Pak Djokolelono yang saya baca. Mengikuti kisah Danny dan kawan-kawan di Dataran Tortilla menarik untuk beberapa alasan: mudah bagi saya untuk membandingkan tempat-tempat dan situasi sosial di dalam novel tersebut dengan tempat-tempat yang ada di Kupang dan Sabu, dua tempat yang pernah saya tinggali; kampung nelayan, para penganut agama yang devosional dan taat, ketakberpunyaan yang menyeret tokoh-tokohnya dari satu persoalan ke persoalan lain, jalinan persahabatan dan segala usaha menjaganya, dan lain-lain. Bagi saya, Dataran Tortilla adalah novel yang menguras emosi, meskipun Steinbeck punya selera humor yang baik untuk membungkus kisah-kisah tragis tokoh-tokohnya.



Kutipan


Inilah kisah Danny dan kawan-kawan Danny, dan rumah Danny. Kisah tentang bagaimana ketiga hal itu menjelma menjadi suatu kesatuan. Di Dataran Tortilla bila kita bicara tentang rumah Danny maka yang kita maksud bukanlah bangunan kayu berlapiskan kapur pemutih dinding di antara keliaran belukar mawar Castille yang tak terurus. Bukan. Rumah Danny berarti suatu kesatuan manusia-manusia, kesatuan yang memancarkan kemanisan dan keriaan hidup, kedermawanan, dan pada akhirnya—kesedihan penuh mistik. Sebab rumah Danny dan kawan-kawan Danny bukannya tidak mirip dengan satria-satria Inggris kuno dengan Meja Bundar mereka. Dan inilah kisah tentang bagaimana kesatuan itu terbentuk, berkembang, dan menjelma menjadi suatu perkumpulan yang indah dan bijaksana. Kisah ini bertalian dengan petualangan kawan-kawan Danny, amal mereka, pikiran-pikiran mereka dan jerih payah mereka. Dan pada akhirnya akan diceriterakan pula bagaimana jimat penghidup kumpulan ini lenyap dan mereka berantakan. (hlm. 7)

11 views
Subscribe to Our Newsletter

© 2020 17000 Pulau Imaji

Jl. Pulo Nangka Tengah No. 29,
Pulo Gadung Jakarta Timur 13260, Indonesia

+62 42886726

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram