• Admin

Gara-Gara Virus Corona, Indonesia Menjadi Tuan Rumah Jakarta Content Con/Week

Updated: Aug 3

Originally published in Venuemagz.com, February 18 2020.


Wabah virus corona atau COVID-19 tengah mengintai masyarakat dunia, tidak terkecuali Indonesia. Sektor pariwisata—yang diunggulkan untuk menaikkan devisa negara—harus terkena dampak dengan tersebarnya COVID-19 ini. Oleh karenanya, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan beberapa strategi untuk mengatasi hal ini.



“Kita harus melakukan daya upaya untuk industri pariwisata kita ini, banyak pelaku industri pariwisata yang harus kita selamatkan,” kata Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Beberapa cara diungkapkan Wishnutama saat pelantikan pejabat tinggi di Kemenparekraf, salah satunya ialah dengan mengedepankan sektor MICE di bagian pameran. Ia berharap dengan mewabahnya virus COVID-19 di beberapa negara, pemain internasional di industri pameran memilih Indonesia sebagai tuan rumah acaranya. Pasalnya, sampai hari ini Indonesia masih terbebas dari virus tersebut sehingga memiliki peluang emas untuk menggelar pameran internasional.


“Saya tahu ini tidak gampang, tetapi kenapa tidak kita coba? Kita tahu, banyak sekali pesawat yang batal buat pergi ke China, barangkali kita bisa memindahkan pameran yang ada di sana untuk digelar di Indonesia,” jelas Wishunatama.


Keinginan Menparekraf ternyata berbuah manis. Indonesia dipilih sebagai tuan rumah pameran konten internasional yang diberi nama Jakarta Content Con/Week. Pameran yang digagas oleh Frankfurt Book Fair (FBF) yang bekerja sama dengan Yayasan Tujuhbelasribu Pulau Imaji ini akan diselenggarakan pada November 2020 mendatang.


Laura Bangun Prinsloo, Ketua Yayasan Tujuhbelasribu Pulau Imaji, mengatakan, salah satu alasan dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah lantaran isu COVID-19 di beberapa negara Asia. Indonesia yang dinilai masih terbebas dari virus COVID-19 dianggap aman untuk menggelar pameran konten internasional tersebut.


“Merebaknya virus corona menjadi peluang bagi Indonesia karena banyak pameran yang dilakukan di Cina dibatalkan. Kemudian, mereka memilih Indonesia untuk menggelar pameran tersebut,” ungkap Laura yang dikutip dari antaranews.


Selain itu, lokasinya yang strategis menjadi salah satu faktor terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggara. Menurutnya, Indonesia dekat dengan beberapa negara bertaraf internasional sehingga mampu bergabung dan mengikuti pameran ini.


“Di dekat kita ada 9 negara tetangga lainnya yang juga bertaraf internasional. Melalui diskusi yang sangat panjang, akhirnya kami memutuskan untuk merencanakan kegiatan ini di Jakarta pada akhir tahun,” ujar Laura.


Jakarta Content Con/Week akan diisi oleh lebih dari 100 ekshibitor yang bergerak di bidang penerbitan buku, games, film, kuliner, dan stakeholder lainnya. Selama satu minggu, pameran ini juga akan menggelar festival film, festival literasi, seminar maupun diskusi, pasar kuliner, dan agenda industri kreatif lainnya.


Juergen Boos, Presiden Frankfurt Book Fair, mengungkapkan, dipilihnya Jakarta sebagai tuan rumah karena sejak lima tahun lalu pihaknya sudah menjalin hubungan baik dengan Indonesia. Saat itu, Indonesia menjadi tamu kehormatan atau guest of honour di ajang Frankfurt Book Fair. Apalagi, menurutnya, Jakarta menjadi salah satu kota terpenting di Asia Tenggara sehingga menjadi pilihan tepat untuk menggelar acara ini.


"Meskipun Jakarta di posisi Asia Tenggara masih muda, tapi kami berharap akan berpartner dengan banyak pelaku konten kreatif di sini. Tidak hanya penerbitan juga, tetapi juga industri kreatif lainnya," ungkap Juergen Boos.

1 view
Subscribe to Our Newsletter

© 2020 17000 Pulau Imaji

Jl. Pulo Nangka Tengah No. 29,
Pulo Gadung Jakarta Timur 13260, Indonesia

+62 42886726

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram