• Yani Kurniawan

Asosiasi Penerbit Internasional Merilis Seruan Kepada Pemerintah untuk Lindungi Industri Penerbitan

Siaran Pers: Asosiasi Penerbit Internasional (International Publishers Association) Merilis Seruan Kepada Pemerintah untuk Lindungi Industri Penerbitan

Dirilis di Moscow International Book Fair, 3 September 2020 oleh


Bodour Al Qasimi, Vladimir Grigorevich, Maria Hamrefors, Joachim Kaufmann,

Maria Pallante, dan Laura Bangun Prinsloo

Pandemi Covid-19 telah menghancurkan industri buku di seluruh dunia, memangkas pendapatan hingga 80% di sebagian besar pasar.* Pelonggaran pembatasan di beberapa tempat belum menetralkan ancaman jatuhnya sektor buku di beberapa negara.

Terlepas dari tantangan yang sangat besar ini, industri buku telah bereaksi dengan cepat dan tanpa pamrih, dengan penulis dan penerbit yang dengan murah hati melisensikan konten dan layanan digital mereka. Bersama dengan penjual buku, mereka telah menggunakan sumber daya online dan acara virtual untuk membantu orang-orang terus membaca, sambil merayakan pentingnya buku secara sosial, pendidikan, dan budaya.

Buku dan bacaan sangat penting untuk penciptaan, pengembangan, dan pertumbuhan ekonomi pengetahuan di masa depan. Pada saat kritis ini, pemerintah harus melaksanakan bantuan darurat dan berinvestasi untuk masa depan itu dengan memberikan dukungan keuangan darurat bagi penulis, penerbit, penjual buku, dan penerjemah.

Dalam rangka menggaungkan pernyataan bersama para pemimpin industri buku dunia (https://www.internationalpublishers.org/copyright-news-blog/971-world-book-day-authors-publishers-and-booksellers-call-for-international-support) yang kami rilis pada World Book Day 2020, maka IPA akan menyelenggarakan panel diskusi yang akan menghadirkan Bodour Al Qasimi, Vladimir Grigorevich, Maria Hamrefors, Joachim Kaufmann, Maria Pallante, dan Laura Bangun Prinsloo pada Kamis, 3 September 2020 pukul 16.00 WIB melalui youtube dengan link : https://youtu.be/ZrlCycjkJKY. Acara ini merupakan seruan resmi pihak IPA kepada pemerintah semua negara untuk:


Mempertimbangkan sektor buku sebagai hal penting bagi masyarakat:

· memperkenalkan subsidi sewa untuk toko buku;

· memperkenalkan kredit pajak untuk penerbit buku dan penjual buku;

· mengalokasikan dana dukungan untuk penerbit kecil dan menengah;

· mendukung, mengembangkan, dan berinvestasi lebih banyak dalam pameran buku nasional dan internasional sebagai lembaga layanan publik penting yang menjadi jembatan antara penulis, penerbit, dan pembaca dari semua negara dan budaya;

Mendorong permintaan buku:

· menghapus pajak atas semua buku, baik berbasis kertas, digital atau audio;

· menerapkan program kupon yang didanai negara sehingga setiap orang dapat membeli buku;

· meningkatkan anggaran untuk melengkapi koleksi perpustakaan dan mengembangkan program dukungan membaca yang aktif;

· meningkatkan program khusus untuk mendukung ekspor dan hak cipta terjemahan;

· menurunkan tarif pos untuk distribusi buku fisik;

Melindungi modal intelektual:

· menciptakan dana dukungan untuk penerbit, penulis, seniman, dan penerjemah;

· meningkatkan perlawanan terhadap pembajakan elektronik dan hard copy.

IPA akan terus membuka diri untuk berdiskusi dengan pemerintah atau perwakilan mereka tentang aspek apa pun dari seruan untuk bertindak ini, dengan terus mengacu pada praktik terbaik secara global yang disediakan oleh anggota kami kepada kami.

*Jajak pendapat IPA yang sedang berlangsung dari asosiasi penerbit di lebih dari 30 pasar utama telah mengungkapkan kerugian pendapatan yang sangat besar untuk penerbit yang berkisar antara 50-80%. Temuan ini akan dipublikasikan pada waktunya sebagai bagian dari rencana aksi IPA Pasca Covid-19

Tentang IPA:

International Publishers Association (IPA) adalah federasi asosiasi penerbit terbesar di dunia. Didirikan pada tahun 1896, IPA adalah badan industri dengan mandat hak asasi manusia. Misi IPA adalah untuk mempromosikan dan melindungi penerbitan dan untuk meningkatkan kesadaran penerbitan sebagai kekuatan untuk pembangunan ekonomi, budaya dan sosial. Bekerja sama dengan World Intellectual Property Organization (WIPO) dan berbagai LSM internasional, IPA memperjuangkan kepentingan penerbitan buku dan jurnal di tingkat nasional dan internasional. Secara internasional, IPA secara aktif menentang penyensoran dan mempromosikan hak cipta, kebebasan untuk mempublikasikan (termasuk melalui IPA Prix Voltaire), dan literasi.

Yayasan 17000 Pulau Imaji:

Kami adalah organisasi nirlaba yang bekerja untuk meningkatkan kualitas konten literasi dan konten kreatif di Indonesia. Bekerja sama dengan pemangku kepentingan industri penerbitan, pemerintah, perusahaan swasta, serta dengan masyarakat, kami telah memprakarsai dan menyelenggarakan berbagai program pendidikan dan inspiratif yang mendorong terciptanya ekosistem literasi yang berkelanjutan. Kami berupaya keras untuk menciptakan produk literasi berkualitas tinggi, menciptakan jalur yang dapat diakses masyarakat untuk menjangkau berbagai bahan bacaan, dan meningkatkan peran literasi di Indonesia untuk berkontribusi pada isu global.

Tentang para pembicara:

1. Bodour Al Qasimi (Perwakilan IPA)

Bodour Al Qasimi, putri Sultan bin Muhammad Al-Qasimi, pemimpin pemerintahan di Emirat Sharjah, adalah Vice President International Publishers Association sejak 1 Januari 2019. Ia adalah pendiri dan CEO Kalimat Group, penerbit buku anak dan buku pendidikan di Uni Emirat Arab dan pendiri Emirates Publishers Association.

2. Joachim Kaufman (Jerman)

Lahir dari rumah penerbitan milik keluarga yang didirikan pada tahun 1816, Joachim Kaufmann terpesona dengan dunia penerbitan sejak kecil. Dia bekerja di berbagai penerbit Jerman, seperti Herder, Christophorus, Random House, dan Ravensburger, terutama di bidang pemasaran dan penjualan. Sejak 2006 dia menjadi CEO dari Carlsen Publishing, penerbit terkemuka untuk buku-buku anak-anak dan dewasa muda, komik, manga dan kartun.

Carlsen adalah bagian dari Swedish Bonnier Group dan menerbitkan lebih dari 1.000 judul baru per tahun.

3. Laura Bangun Prinsloo (Indonesia)

Laura Bangun Prinsloo meninggalkan kariernya di bidang keuangan untuk menjadi penerbit. Dia mengepalai Penerbitan dan Percetakan Kesaint Blanc yang berbasis di Jakarta dan kemudian pindah ke industri lain. Pada 2016, Laura menjadi Ketua Komite Buku Nasional Indonesia (2016-2019), sebuah lembaga yang didirikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyusul suksesnya Indonesia menjadi Guest of Honor Country di Frankfurt Book Fair 2015. Ia juga mengetuai panitia untuk Indonesia sebagai Market Focus Country di London Book Fair 2019.

Sejak 2020, ia menjadi adalah ketua Yayasan 17.000 Pulau Imaji, salah satu pendiri Jakarta Content Week – sebuah acara perdagangan hak dan pasar IP untuk wilayah Asia Pasifik yang diselenggarakan bersama dengan Frankfurt Book Fair. Baru-baru ini, ia ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Jakarta sebagai Ketua Pelaksana Komite Jakarta Kota Buku, yang bertanggung jawab atas berbagai kegiatan terkait perbukuan di Jakarta termasuk terpilihnya Jakarta untuk Kongres IPA 2022 dan pencalonan Jakarta sebagai UNESCO World Book City pada 2022.

4. Maria Hamrefors (Swedia)

Maria Hamrefors adalah ketua Swedish Booksellers Association dan anggota Komite Eksekutif European and International Booksellers Federation (EIBF). Ia telah memegang posisi eksekutif dalam penjualan dan penerbitan buku selama tiga puluh tahun terakhir, termasuk CEO dari penjual buku terkemuka Swedia dengan 100+ toko (Akademibokhandeln) dan toko buku online.

Maria juga CEO Norstedts Publishing Group, CEO Liber Educational Publisher, CEO Thomson Corp di Swedia dan memegang posisi senior untuk Thomson Legal Publishing di London.

Tugasnya saat ini termasuk menjadi ketua UR (Swedish Educational Broadcasting Company), bagian dari grup penyiaran layanan publik.

5. Vladimir Grigoriev (Russian Federation)

Vladimir Grigoriev adalah Wakil Direktur Badan Federal Rusia untuk Pers dan Komunikasi Massa.

Ia adalah seorang ahli bahasa dan penerjemah profesional yang fasih berbahasa Inggris, Spanyol, Polandia, dan Ukraina, namun memulai kariernya pada tahun 1980-an sebagai jurnalis dan editor untuk Novosti Press Agency.

Vladimir pindah ke bidang penerbitan buku di akhir 80-an, dan pada 1992 mendirikan rumah penerbitannya sendiri, Vagrius. Pada 1997, ia mendirikan perusahaan produksi dan distribusi film Premier Film dan memproduksi sejumlah film dan program TV.

Vladimir juga Ketua Dewan Pembina Russian National Big Book Literary Prize, Presiden Centre for the Support of Language Arts di Rusia dan Ketua Panitia Penyelenggara Moscow International Book Fair.

6. Maria Pallante (USA)

Maria Pallante adalah Presiden dan CEO Association of American Publishers (AAP). Ia sebelumnya menjabat karier sebagai pengacara hak cipta terkemuka dan sebagai eksekutif perusahaan termasuk untuk museum seni Guggenheim selama hampir satu dekade dan menjabat sebagai pimpinan Kantor Hak Cipta AS selama enam tahun.

Maria telah banyak tampil dan mempublikasikan sejumlah kuliah terkemuka di antaranya “The Next Great Copyright Act” di Columbia University dan “I am the Captain Now: Resisting Piracy and Contortion in the Copyright Marketplace” di University of Wisconsin.

28 views0 comments
Subscribe to Our Newsletter

© 2020 17000 Pulau Imaji

Jl. Pulo Nangka Tengah No. 29,
Pulo Gadung Jakarta Timur 13260, Indonesia

+62 42886726

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram